CARA MENGINSTALL DNS SERVER
Lembar Kerja Peserta Didik (Job sheet)
INSTALASI SISTEM OPERSI JARINGAN (SOJ)
Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan praktikum dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat:
melakukan instalasi sistem operasi jaringan dengan tepat
menguji hasil instalasi sistem operasi jaringan dengan baik.
Petunjuk Keselamatan Kerja
Berdo’alah sebelum memulai kegiatan praktik.
Gunakan baju praktik dan alat keselamatan agar terhindar dari sengatan listrik
Bacalah dan pahami petunjuk praktikum. Tanya ke guru jika tidak jelas.
Dilarang membawa makanan dan minuman di area kerja.
Gunakanlah alat sesuai fungsinya dengan hati-hati.
Setelah selesai, rapikan alat dan bahan, kembalikan ke tempat semula.
Alat dan Bahan
PC/Laptop
Image file/ISO file Sistem Operasi Linux Debian 10.10.0
Aplikasi VMware Workstation Pro 16 sebagai Virtual Machine
Langkah Kerja
Install aplikasi VMware Workstation Pro 16 terlebih dahulu
Buka VMware Workstation Pro 16
Klik menu "Create a New Virtual Machine"
Pilih menu “Typical (recommended)” kemudian klik Next
Kemudian pilih “I will install the operating system later” kemudian pilih next.
Tipe OS pilih "Linux" dan Versi OS pilih Debian 10.x 64-bit, kemudian klik next.
Masukkan nama Mesin Virtual yang akan di buat (terserah ingin diberi nama apa, boleh diberi dengan nama kalian masing-masing), dan pilih lokasi dimana Mesin Virtual akan diinstal (sebaiknya letakkan virtual machine pada directory yang memiliki space kosong masih banyak).
Selanjutnya atur ukuran virtual hardisk (pada praktikum kali ini kita gunakan 10 GB untuk virtual hardisknya) dan pilih “Store virtual disk as single file” kemudian klik next.
Kemudian pilih Custumize Hardware.
Pilih menu memori, atur jumlah RAM yang akan kita alokasikan untuk virtual machine. Pada praktikum kali ini kita gunakan RAM sebanyak 1 GB atau 1024 MB.
Kemudian pilih menu New CD/DVD (IDE), pilih lokasi dimana ISO File Debian 10 tersimpan.
Pilih menu Network Adapter, ada banyak pilihan koneksi network pada menu ini. Jika kita akan mengakses server melalui computer host maka pilih Host-Only. Jika sudah klik Close.
Kemudian klik Finish.
Klik tombol start.
Agar keyboard dapat berfungsi maka klik virtual screen Debian yang akan kita operasikan. Untuk memunculkan kembali kursor tekan tombol ctrl+alt.
Pilih Install
Pilih Bahasa yang akan digunakan (gunakan saja Bahasa Inggris), lalu tekan "Enter".
Pilih lokasi (Negara, Kawasan atau daerah), lalu tekan "Enter".
Peta Keyboard pilih yang "Inggris Amerika" (Default), lalu tekan "Enter".
Pada menu Configure the network, karena kita tidak terhubung ke jaringan internet/router manapun maka pilih yes.
Kosongkan saja pada kolom name server address dan pilih continue karena kita tidak terhubung ke jaringan server manapun.
Isikan nama host yang akan digunakan. Karena PC tidak terhubung ke Network maka bisa diisi terserah, setelah itu pilih "Continue".
Domain name boleh dikosongkan karena tidak terhubung ke Network manapun, setelah itu pilih "Continue".
Masukkan Password Root anda, akan ada 2 password saat instalasi awal Debian, yaitu Password root dan password user. Disini boleh isikan password untuk roootnya: 12345, lalu pilih "Continue" (Pasword root wajib diingat karena akan digunakan untuk login ketika masuk ke Debian).
Lalu isikan kembali password yang sama untuk verifikasi password rootnya, setelah itu pilih " Continue "
Masukkan Nama Lengkap untuk New User (boleh isikan nama lengkap kalian masing-masing), lalu pilih " Continue ".
Masukan User Name (Nama Pengguna), harap dihafal karena ini digunakan untuk login sebagai user.
Masukkan password untuk pengguna, boleh dikasih sama atau berbeda dengan password root, lalu pilih "Continue".
Masukkan kembali password yang sama untuk Verifikasi, dan pilih "Continue".
Pilih zona Waktu anda, lalu enter.
Pada menu Partisi, bagi yang masih awam untuk pembagian partisi diarankan untuk memilih "Guided – use entire disk", lalu tekan “Enter”.
Lalu pilih Harddisk yang akan di partisi secara otomatis, lalu tekan "Enter".
Pilih "All files in one partition (recommended for new users)", lalu tekan "Enter".
Untuk menyimpan pembagian partisi yang telah dilakukan pilih "Finish partitioning and write change to disk", lalu tekan "Enter".
Kemudian pilih “Yes” untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan, lalu pilih “enter”.
Pilih "No" pada opsi untuk memindai CD atau DVD lain.
Pilih "No" juga untuk menggunakan netwok mirror.
Pada opsi berpartisipasi dalam Survey Penggunaan paket Debian ini boleh pilih “No”.
Desktop environment adalah tampilan grafis antarmuka pengguna menggunakan mode GUI. Uncheck pada "Debian Desktop Environment" dengan menggunakan tombol spasi karena kita akan menginstal Debian dengan mode text/CLI, lalu pilih "Continue" dan tunggu hingga proses instalasi selesai.
Pilih "Yes" untuk memasang GRUB boot loader
Pilih Harddisk virtual anda sebagai tempat untuk boot loader, lalu tekan "Enter"
Instalasi Selesai, pilih "Continue"
Setelah itu mesin virtual anda akan merestart dan memboot sendiri ke OS Debian anda. Berikut adalah tampilan Debian dengan mode CLI/text.
Lembar Kerja Peserta Didik (Jobsheet)
Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan praktikum dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat:
1. melakukan konfigurasi DNS Server dengan tepat,
2. menguji hasil konfigurasi DNS Server dengan baik.
Petunjuk Keselamatan Kerja
Berdo’alah sebelum memulai kegiatan praktik.
Gunakan baju praktik dan alat keselamatan agar terhindar dari sengatan listrik
Bacalah dan pahami petunjuk praktikum. Tanya ke guru jika tidak jelas.
Dilarang membawa makanan dan minuman di area kerja.
Gunakanlah alat sesuai fungsinya dengan hati-hati.
Setelah selesai, rapikan alat dan bahan, kembalikan ke tempat semula.
Dasar Teori
DNS Server
Domain name system atau yang biasa disingkat dengan DNS merupakan sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS.
DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang terhubung pada internet seperti web browser maupun pada sebuah layanan email.Selain itu, DNS juga dapat di terapkan pada private network maupun intranet. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh DNS:
Dengan menggunakan DNS, pengguna tidak perlu lagi menghafalkan alamat IP dari sebuah komputer maupun situs pada jaringan internet. Cukup menghafalkan host name atau nama domainnya saja.
Bisa jadi alamat IP pada sebuah komputer bisa berubah, tetapi host name (nama komputer) tidak dapat berubah. Maka dari itu, DNS cenderung konsisten.
DNS sangat mudah diimplementasikan dengan protocol internet seperti TCP/ IP.
Alat dan Bahan
PC/Laptop (Server dan client)
Image file/ISO file Sistem Operasi Linux Debian 10
Aplikasi VMware sebagai Virtual Machine
Langkah Kerja
Konfigurasi Network dan Web Server
Sebelum anda melakukan konfigurasi DNS server, pastikan bahwa network (IP address) dan Web Server telah dikonfigurasi sebagaimana telah dipelajari pada praktikum sebelumnya. Sebagai contoh pada praktikum kali menggunakan IP address server 10.20.30.1/24.
Instal Aplikasi DNS Server.
Untuk membangun DNS Sever pada Linux Debian maka aplikasi yang harus diinstal bernama bind9 yang tersedia di dalam Debian DVD Binary-1 dan 2. Langkahnya sebagai berikut:
Masukkan iso file Debian 10 DVD 1.
Daftarkan repository dengan perintah # apt-cdrom add
Update repository dengan perintah # apt-get update
Ulangi untuk Debian 10 DVD 2. Masukkan iso file Debian 10 DVD 2.
Daftarkan repository dengan perintah # apt-cdrom add
Update repository dengan perintah # apt-get update
Instal software bind9 dengan perintah:
# apt-get install bind9 dnsutils
ikuti petunjuk selanjutnya (biasanya akan diminta untuk memasukkan Debian 10 DVD 1 dan DVD 2) kemudian lanjutkan hingga proses instalasinya selesai.
Konfigurasi DNS Server
Secara default file konfigurasi dari DNS Server pada Debian 10 terletak pada folder “/etc/bind/”. Oleh sebab itu, selanjutnya masuk ke dalam folder bind dengan perintah:
# cd /etc/bind/
Ketikkan perintah # ls kemudian enter untuk melihat isi folder tersebut. Kemudian pastikan bahwa folder tersebut berisi file seperti gambar berikut.
Copy file reverse bernama db.127 menjadi db.10 (boleh diberi nama yang lain) dengan perintah:
# cp db.127 db.10
Edit file reverse yang telah dibuat dengan perintah:
# nano db.10
Ubahlah isi file konfigurasi dengan ketentuan:
semua kata localhost diubah menjadi smkn4kdi.com (nama domain yang anda inginkan),
masukkan 3 oktet IP dari belakang, karena IP address server 10.20.30.1 maka yang anda ketikkan adalah 1.30.20. (Bisa juga cukup IP address oktet terakhir saja yang diketik)
tambahkan subdomain www.smkn4kdi.com untuk web server,
kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y lalu enter.
Copy file forward bernama db.local menjadi db.smkn4kdi (boleh diberi nama yang lain) dengan perintah:
# cp db.local db.smkn4kdi
Edit file forward yang telah dibuat dengan perintah:
# nano db.smkn4kdi
Ubahlah isi file konfigurasi dengan ketentuan:
semua kata localhost diubah menjadi smkn4kdi.com (nama domain yang anda inginkan),
masukkan IP address server secara lengkap,
tambahkan subdomain www disertai dengan IP address server,
kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y lalu enter.
Edit file named.conf.default-zones dengan perintah:
# nano named.conf.default-zones
Tambahkan teks sesuai gambar pada baris paling bawah, kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y lalu enter.
Edit file resolv.conf dengan perintah:
#nano /etc/resolv.conf
Tambahkan teks sesuai gambar berikut, kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y lalu enter.
Restart service bind9 dengan perintah:
# /etc/init.d/bind9 restart
Cek domain yang telah dibuat dengan perintah nslookup.
# nslookup smkn4kdi.com
Hasil pengecekan dikatakan berhasil jika menampilkan IP address server.
Cek IP address server dengan perintah nslookup.
# nslookup 10.20.30.1
Hasil pengecekan dikatakan berhasil jika menampilkan nama domain yang telah dibuat.
Pengujian
Untuk menghubungkan server yang terinstal pada VMware dengan client dalam hal ini komputer host, yang pertama dilakukan adalah ubah pengaturan jaringan server menjadi Host-only.
Sesuaikan IP address antara client dan server.
Cek koneksi ke server dengan perintah ping.
Jika telah terhubung dengan server, selanjutnya buka browser dan masukkan alamat domain ke address bar.
Jika halaman web tampil sesuai dengan web server yang telah anda buat artinya praktikum DNS server anda telah berhasil
Komentar
Posting Komentar